KETIKA SUATU PRESTASI MENJADI TRADISI

jadilah bagian dari kami sebagai mahasiswa dengan tradisi berprestasi, tak hanya berkompetisi namun juga turut berpartisipasi dalam memajukan negri disisi teknologi.

KESEIMBANGAN MORAL DAN INTELEKTUAL

Tak hanya Intelektual yang tinggi, kamipun selalu berusaha agar moral dan intelektual terintegritas dengan baik.

KEAKRABAN MAHASISWA DAN DOSEN

Demi menjalin rasa kenyamanan antara mahasiswa dan dosen dalam proses belajar mengajar, kamipun turut menjaga keharmonisan dan kedekatan kami bersama.

SEMANGAT ISLAMI YANG SELALU DIPERKUAT

bersama kita membangun semangat keislaman, mempelajari, dan mengamalkan bersama. serta saling berbagi dengan sesama muslim..

WUJUDKAN HMTE SATU

bergabunglah bersama kami, untuk saling bahu membahu berjuang untuk menjadikan elektro uad menjadi yang lebih baik

Selasa, 16 Juni 2015

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1436 H



     Segenap pengurus himpunanan teknik elektro periode 2015 mengucapkan, selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan1436 H, semoga segala kebaikan yang kita lakukan mendapatkan pahala dan diterima disisi Allah SWT. kamipun meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah kami buat, dan kami memohon maaf juga jika ada janji-janji kami yang mungkin belum terpenuhi atau belum kami laksanakan.
     



HMTE ADAKAN ACARA RAMADHAN PENUH WARNA BERSAMA TPA UMBULHARJO



     Yogyakarata, Dalam Rangka Menyambut datangnya bulan Ramadhan, Kerohanian Teknik Elektro adakan acara Semarak Penuh warna menyambut Ramadhan 1436 H pada Minggu (14/06).Acara yang diadakan di Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan ini diikuti serangkaian acara perlombaan bersama anak- anak TPA yang ada disekitaran  Umbulharjo, Yogyakarta.

    Selain bertujuan menyambut bulan suci ramadhan, acara ini sendiri merupakan salah satu bentuk Pengabdian kepada masyarakat berada dikawasan sekitar, hal ini mengingat posisi teknik elektro UAD sendiri berada dikawasan Umbulharjo.Beberapa perlombaanpun diadakan dalam rangkaian acara ini, diantaranya ada Lomba Adzan,  Lomba Hafalan Surat Pendek, dan juga  cerdas cermat. Serangkaian perlombaan inilah yang turut memeriahkan suasana dalam acara menyambut ramadhan kali ini .

    Ketua acara Okik Surikno, Menyampaikan harapannya agar kedepannya jalinan silaturahmi dengan masyarakat ini bisa tetap dipertahankan, bahkan beliau juga menegaskan kepemimpinan selanjutnya agar bisa menyiapkan lagi acara yang lebih matang, agar hubungan ini bisa diperluas lagi hingga setingkat Yogyakarta,  tegasnya dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan setelah acara tersebut usai. 

MAHASISWA UAD HARUS RELA MUDIK H-10 LEBARAN




     Mudik lebaran sudah menjadi fenomena umum bagi Indonesia , tak terkecuali bagi mahasiswa yang sedang berguru dinegeri orang, Mudik menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi mahasiswa yang sedang merantau mencari ilmu. tak jarang mahasisapun sudah jauh-jauh hari menyiapkan waktu mudik, mulai dari membeli tiket, mencari oleh-oleh, hingga menyiapkan berbagai keperluan lainnya.

       Mudik ternyata menjadi agenda temu kangen sesama saudara, tak hanya itu kesempatan ini juga dimanfaatkan mahasiswa untuk bertemu dengan teman-temen lamanya dikampung.  makanya mahasiswa tidak mau melewatkan fenomena ini karena mungkin mereka hanya bisa pulang kekampung halamannya dalam rentang waktu yang hanya satu tahun sekali. sehingga mereka ingin memanfaatkanna sebaik-baik mungkin.

Mahasiswa UAD pada mudik 2015 ini sepertinya bakal Molor di H-10 lebaran, pasalnya berdasarkan hasil keputusan yang dikeluarkan di Universitas Ahmad Dahlan, Ujian Akhir Semester jatuh pada tanggal 26 Juni 2015, sedang rata-rata selang waktu yang digunakan untuk ujian sendiri sekitar 2 minggu. jika tidak ada perubahan lagi ujian akhir semester ini akan selesai pada 8 Juli 2015, dengan begitu kemungkinan besar mahasiswa  dipastikan tidak akan menikmati waktu panjang menjalani ibadah puasa bersama keluarga. hal ini lebih singkat lagi jika mahasiswa tersebut berada diluar  pulau jawa yang hanya bisa pulang melalui jalur darat.

    Hal ini seperti yang dialami oleh salah satu mahasiswa teknik elektro yang enggan disebut namanya, ia sendiri merupakan mahasiswa kelahiran Riau yang sekarang melanjutkan studi teknik elektro di Universitas Ahmad Dahlan, Ia menyebutkan bahwa setiap musim mudik tiba, ia harus rela menaiki bus ekonomi demi mengurangi biaya perjalanan mudiknya,      “ ..kalau saya ya naik bus ekonomi, soalnya kalau jalur udara dekat lebaran itu mahal lebih dari 2 jt, itupun masih jauh dari kampung saya, kan kasian orang tua masih menanggung biaya saya..” ungkapnya saat wawancara.

     Tak hanya biaya yang mahal, ia pun harus rela berlama-lama dimobil untuk sampai kekampungnya, pasalnya butuh waktu 3 hari lebih untuk bisa mencapai kampung halamannya, kebijakan Universitas memang tidak bisa disalahkan  hal ini dikarenakan Ramadhan selalu mengalami perubahan jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga ketika Ramadhan berbarengan dengan jadwal UAS tidak mungkin juga pihak Universitas mengundurkannya hingga semester selanjutnya. Kini tinggal bagaimanakah mahasiswa mengatur jadwal mudiknya agar bisa tepat waktu sampai dikampung halaman. (Ade)

SABET 3 GELAR, TEAM ROBOT UAD MELAJU KE KRI NASIONAL 2015

ilustrasi : FTI Press

    Setelah berjuang keras dalam kontes Robot Indonesia (KRI) regional 3 Jateng & DIY 2015 di UMS semarang, Akhirnya dua jagoan robot dari Teknik Elektro bisa melaju ke pentas KRI Nasional yang akan dilaksanakan di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta  pada tanggal 11-14 Juni 2015.

     Tidak mudah bagi team robot UAD untuk maju kebabak nasional, pasalnya sebelum kedua robot tersebut masuk ke KRI nasional, 3 temannya terlebih dahulu tersingkirkan pada saat diadu di UMS. ya teknik elektro memang mengirimkan 5 kategori robotnya di KRI regional 3,  yaitu kategori Kontes Robot Abucon Indonesia (KRAI) dengan nama Sagotra, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Beroda (KRPAI Beroda) dengan nama Fire-X, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Berkaki (KRPAI Berkaki) dengan nama Al-jazari, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) dengan nama R-Scuad dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dengan nama Lanange Jagad, namun hanya R-Scuad dan Lanange jagad saja yang berhasil bertahan dan melaju ketahap KRI nasional.

     R-Scuad sedikit lebih unggul dibandingkan yang lainnya karena robot penggiring si bola bundar ini berhasil memboyong pulang 2 penghargaan sekaligus yaitu juara 2 KRSBI dan juga inovasi terbaik. sedangkan Lanange jagad harus puas dengan posisi sebagai juara 3 KRSI di ajang tersebut. namun kita tetap bersyukur karena kedua team robot tersebut masih bisa melaju ke KRI Nasional dan semoga para team robot yang berjuang di pentas nasional tersebut bisa membawa pulang kembali piala kebanggaan untuk kita semua.

      Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang akan dilaksanakan di UMY memang benar-benar memaksa kedua team robot yang bernama KRSI Lanange Jagad dan KRSBI R-Scuad untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk menaklukkan semua lawannya. Tak tanggung-tanggung, pasalnya KRI 2015 ini diikuti oleh 106 peserta yang juga telah mengalami tahap seleksi. Sekiranya usahapun tak cukup untuk menghadapi kontes tersebut, oleh karena itulah Nuryono Satya Widodo, S.T., M.Eng yang merupakan salah satu dosen pembimbing robot  UAD saat Pers Conference di ruang Sidang Dekanat FTI (jumat, 29/5), Beliau mengungkapkan mohon doa restu serta dukungannya kepada seluruh Civitas UAD, supaya Tim Robot UAD yang bertanding bisa meraih prestasi pada lomba robot ditingkat nasional pada tahun ini. Ahkirnya kita sebagai civitas UAD sudah  sepatutnya kita turut berdoa dan mendukung penuh perjuangan yang sedang diakukan team robot UAD. (Ade Junaidi)


MAHASISWA ELEKTRO JALIN KOMUNIKASI DENGAN ALUMNI



    Dalam Forum Metopen, TA, dan juga Skripsi mahasiswa teknik elektro menjalin hubungan komunikasi  dengan alumni, tujuan dari diadakan forum ini yaitu memberikan wawasan kepada mahasiswa teknik elektro untuk bisa menyiapkan bekal untuk kelulusan nantinya.

     Bersama dengan salah satu  alumni teknik elektro yang juga merupakan calon dosen teknik elektro UAD, Son Ali Akbar S.T M.Eng forum inipun menjadi tempat  menggali informasi mahasiswa teknik elektro mengenai Metopen, TA, dan juga Skripsi yang mereka hadapi nantinya.

      Forum-Forum seperti inilah yang seharusnya ditingkatkan untuk keperluan mahasiswa, selain bisa menggali informasi dari para pendahulunya, hubungan seperti ini juga bisa menjadi ajang ikatan silaturahmi dengan para alumni, sehingga teknik elektro bisa lebih peduli dengan sesamanya.       

MAKRAB ELEKTRO 2015 DALAM WACANA


      Malam keakraban atau yang kerap disebut makrab sejatinya adalah acara yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru untuk bisa saling mengenal antara  satu dengan yang lainnya. Berbagai acarapun ditujukan untuk memberikan efek meriah serta rasa kekeluargaan yang hangat untuk bisa menghilangkan kesenjangan antar angkatan, mulai dari acara perkenalan, bermain bersama hingga acara-acara yang bisa meningkatkan kekompakan team.

     Teknik Elektro juga telah menyiapkan agenda untuk Makrab itu sendiri, sedikit  bocoran, makrab elektro 2015 dirancang berbeda dari tahun sebelumnya, Makrab kali ini sedikit lebih berani bermain durasi serta acara yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

     Dituturkan dari koordiansi acara Makrab elektro 2015, butuh waktu dan kesiapan matang untuk menyukseskan acara tersebut, mengingat waktu yang banyak terpotong disaat libura n nantinya.kamipun butuh banyak personel untuk menyukseskan acara tersebut, makanya sayapun turut turun kelapangan untuk membujuk temen-temen agar bisa berpartisipasi dalam acara ini, tuturnya diakhir wawancara. 

MENYISIR PENDIDIKAN DI NEGERI JIRAN


   Kalau dahulu indonesia bangga bisa mengirimkan tenaga pengajarnya di Malaysia. Namun sekarang kayaknya indonesialah yang harus banyak-banyak belajar dari negara pemilik twin tower tersebut. Study banding yang dilakukan oleh Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, dan juga Universitas Negeri Yogyakarta pada awal bulan  Mei lalu, dari team elektro sendiri menilai bahwa pendidikan dimalaysia tersebut sangat  diperhatikan mulai dari segi fasilitas penunjang, sarana prasarana  serta tenaga pengajar semuanya memiliki kualitas yang baik, tak heran jika Malaysia bisa mengejar ketertinggalan didunia pedidikan.   
  
     Indonesia memang tidak sempurna, namun ada sejuta alasan bagi kita untuk menetap di Indonesia, sudah saatnya Mahasiswa tidak lagi banyak berharap kepada pemerintah, jika ingin memajukan Indonesia mulailah dari hal kecil yang bisa membawa perubahan baik dimasa depan.